Material & Kekuatan Poros: Tegangan, Fatigue & Pemilihan Bahan
Poros, impeller, dan sudu hidup di bawah beban siklik jutaan kali. Modul ini membahas tegangan puntir-lentur, mengapa fatigue membunuh poros yang 'kuat di atas kertas', serta pemilihan bahan dan perlakuan permukaan untuk rotating equipment.
Mengapa material untuk rotating engineer
Pompa yang kavitasi menggerus impeller, poros yang misalign patah di keyway, sudu turbin yang kepanasan creep. Semua kegagalan rotating bermuara ke tiga hal: tegangan, siklus, lingkungan. Modul ini memberi cara menghitung yang pertama dan menghormati dua lainnya.
Tegangan yang relevan di poros
- Puntir:
τ = T·r/J— dari daya dan putaran (T = 9550·P/N). - Lentur putar: tiap putaran, tiap serat poros kena tarik lalu tekan — beban fatigue sempurna.
- Kontak (Hertz): di bearing dan roda gigi — picu pitting.
Fatigue: pembunuh diam-diam
Kurva S-N baja menurun lalu mendatar di Se ≈ 0,5·Sut. Di bawah Se (ideal), umur tak hingga. Tapi komponen nyata punya:
- Konsentrasi tegangan — keyway, fillet, ulir (
Kt2–3). - Permukaan kasar — goresan = retak mikro bawaan.
- Korosi — menghilangkan garis datar S-N sama sekali.
- Fretting — gerak mikro di fit kopling/bearing.
Aturan lapangan: poros yang patah di tempat yang sama dua kali = masalah fatigue/desain, bukan apes. Jangan ganti dengan barang sama tanpa mengubah geometri atau beban.
Pemilihan bahan rotating
| Part | Bahan umum | Alasan |
|---|---|---|
| Poros pompa | AISI 4140 / 4340 | kuat, fatigue bagus, bisa di-heat-treatment |
| Impeller air bersih | Besi cor / perunggu | murah, korosi moderat |
| Impeller air laut | Duplex / Ni-Al bronze | tahan korosi + kavitasi |
| Sudu turbin uap | 12% Cr steel | kuat suhu menengah + tahan droplet |
| Sudu turbin gas panas | Superalloy Ni-base | creep strength suhu tinggi |
Perlakuan permukaan (shot peening, nitriding, coating) sering lebih murah dari naik kelas material — karena retak selalu mulai dari permukaan.
Langkah investigasi patahan
- Lihat permukaan patah: beach marks = fatigue; necking = overload; intergranular = korosi/creep.
- Hitung tegangan nominal — kalau kecil, cari pengali (Kt, misalignment, resonansi).
- Hitung siklus — rpm × jam operasi. Di atas 10⁶ = high-cycle.
- Cek lingkungan — korosi, suhu, fretting.
- Perbaiki akar, bukan gejala: geometri, alignment, material, atau operasi.
Ringkasan rumus
| Konsep | Rumus | Keterangan |
|---|---|---|
| Torsi dari daya | T = 9550·P/N |
P kW, N rpm, T N·m |
| Puntir poros | τ = T·r/J |
J = πd⁴/32 pejal |
| Hooke | σ = E·ε |
elastis saja |
| Batas fatigue | Se ≈ 0,5·Sut |
spesimen ideal |
| Konsentrasi | σ_maks = Kt·σ_nom |
keyway Kt ≈ 2,5 |
Rumus kunci
Semua rumus inti modul ini dalam satu tempat — hafalkan maknanya, bukan hurufnya.
Tegangan normal
σ = F / A
Tarik positif, tekan negatif. Satuan MPa.
Tegangan geser puntir poros pejal
τ = T·r / J, J = π·d⁴/32
Poros transmisi: cek puntir dulu sebelum lentur.
Daya–torsi–putaran
T = 9550·P(kW) / N(rpm)
Hasil N·m. Jembatan termo ke mekanik: daya turbin jadi torsi poros.
Hukum Hooke
σ = E·ε
Baja E ≈ 200 GPa. Di wilayah elastis saja.
Batas fatigue (steel, orde)
Se ≈ 0,5·Sut (beban lentur bolak-balik)
Di bawah Se, baja teorinya tahan tak hingga siklus. Korosi dan takik menurunkannya.
Konsentrasi tegangan
σ_maks = Kt·σ_nominal
Keyway, fillet kecil, ulir: Kt = 2–3. Di sinilah poros patah.
Poros pompa 75 kW putus di keyway: kenapa?
Poros pompa sentrifugal 75 kW, 2950 rpm, diameter 50 mm patah tepat di keyway kopling setelah 2 tahun. Tegangan nominal jauh di bawah yield. Investigasi harus menjelaskan mengapa patah fatigue terjadi dan apa perbaikan material/geometrinya.
Diketahui
- P = 75 kW, N = 2950 rpm, d = 50 mm, baja S450 (Sut ≈ 600 MPa)
- Patah di keyway (Kt ≈ 2,5), permukaan patah ada beach marks khas fatigue
- Ada sedikit korosi di keyway (fretting)
Ditanya
Tunjukkan bahwa ini fatigue, bukan overload, dan usulkan 3 perbaikan.
Jangan intip tab Solving dulu — coba analisis sendiri, lalu cocokkan di tab Analisis.
Analisis
Hitung torsi dan tegangan nominal: kecil. Berarti beban siklik + konsentrasi tegangan + korosi = fatigue. Overload akan menunjukkan necking/deformasi plastis yang tidak ada.
- T = 9550·75/2950 ≈ 243 N·m. τ_nom = T·r/J ≈ 9,9 MPa — sangat kecil vs yield.
- Dengan Kt = 2,5: τ_maks ≈ 25 MPa, tetap kecil. Jadi bukan overload statik.
- Poros berputar = tiap serat mengalami lentur bolak-balik tiap putaran: 2950 rpm × 60 × 24 × 730 hari ≈ 3 miliar siklus. Jelas ranah fatigue.
- Fretting + korosi di keyway menurunkan Se drastis dan menjadi initiation site.
Solving langkah-demi-langkah
Tegangan nominal hanya ~10 MPa — bukti ini bukan soal kekuatan statik.
- Torsi T = 9550 × 75 / 2950 = 242,8 N·m.
- J = π·(0,05)⁴/32 = 6,14×10⁻⁷ m⁴. τ = 242,8 × 0,025 / 6,14×10⁻⁷ ≈ 9,9 MPa.
- Siklus 2 tahun ≈ 3×10⁹ — jauh di atas 10⁶ (high-cycle fatigue).
- Perbaikan: (1) fillet keyway lebih besar / gunakan keyless shrink fit, (2) material atau surface treatment (shot peening, nitriding) untuk naikkan Se, (3) eliminasi fretting: pas lebih ketat + anti-fretting paste, cek alignment kopling.
Sumber belajar
Mechanical Engineering Design
Bab fatigue dan desain poros. Kitab wajib.
Metal Fatigue in Engineering
Kurva S-N dan efek takik/permukaan.
Latihan soal
Soal 1. Motor 15 kW, 1450 rpm. Torsi porosnya:
Soal 2. Poros patah dengan permukaan ada garis pantai (beach marks) tanpa deformasi plastis. Diagnosis:
Soal 3. Baja Sut = 600 MPa, lentur bolak-balik, spesimen poles. Estimasi batas fatigue Se: